contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

12/23/2015

Bagian VII (Pertemuan dan Perpisahan)
23 Desember 2015
Hari ini Tata sedang berjalan – jalan manja sendirian di taman. Sembari menikmati pemandangan sekitar, ia melihat ada rombongan prajurit berbusana hijau elegan mengendarai kereta kuda panjang. Dia melihat kereta itu hingga akhir iring-iringan para prajurit tersebut, hingga akhirnya pandangannya berhenti pada kereta kuda terakhir di rombongan tersebut. Didalam kereta kuda tampak ada 5 pemuda rupawan yang tengah bercengkerama. Namun ternyata kereta kuda tersebut berhenti disuatu istana mewah milik salah satu pembesar raja. Para prajurit rupawan tadi kemudian turun dari kereta kuda dan menghampiri Tata yang tengah sibuk memperhatikan mereka. Mereka bertanya jalan pada Tata karena memang kebetulan hanya ada Tata di posisi itu. Tata pun mulai menjelaskan arah lokasi yang dimaksud para prajurit tersebut. Setelah itu Tata dan para prajurit rupawan mulai memperkenalkan diri. Prajurit 1 dengan gagah berani memperkenalkan diri sebagai Ozu. Prajurit yang kedua juga dengan percaya diri memperkenalkan namanya yaitu Rova, dan prajurit ketiga bernama Fuza. Prajurit keempat bernama Abidzar. Sedangkan prajurit kelima adalah prajurit yang kurang begitu gagah memperkenalkan dirinya karena ternyata ia tak percaya diri dengan namanya. Tata justru melihat ada yang aneh dengan prajurit nomor lima ini. Ia berpikir dalam “masa iya prajurit tidak Pe-De begini?” kemudian pun Tata dengan tegas mengatakan “Untuk apa kamu malu dengan namamu. Fisikmu pun tak kalah rupawan dari prajurit lainnya! Katakanlah siapa namamu!? Atau aku harus memanggilmu dengan nama prajurit nomor 5?” Dan akhirnya dengan lantang ia ucapkan namanya “Baiklah. Aku akan mengatakan siapa namaku. Namaku adalah Zuardo. You can call me Zur. Tata pun tersenyum melihat kegagahan dirinya. Para prajurit itu kemudian berterimakasih dan melambaikan tangan ke Tata untuk melanjutkan perjalanan. Tata lalu memanggil Zur (setengah berteriak) dan mengatakan bahwa “Zuurrr. Kau pun sama gagahnya dengan mereka. Jangan pernah minder dengan siapapun! Okay!”
Zur mengangguk dan berlalu. Tata merasa senang ketika melihat Zur sedikit percaya diri. Entah mengapa Tata adalah orang yang bisa dengan mudah menebak pikiran orang. Ketika melihat Zur pertama kali, ia merasa bahwa Zur kurang percaya diri ketika disandingkan dengan prajurit – prajurit lainnya. Setelah melihat hal itu, ia pun akhirnya memacu semangat Zur dan ia berharap semangat Zur selalu ada.
3 minggu berlalu, Tata harus menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pelayan. Kali ini ia ditugaskan oleh dewan untuk mengikuti serangkaian kegiatan keterampilan pemanahan di Kerajaan seberang. Ia pun memenuhi permintaan dewannya. Ia mulai berkelana menuju Kerajaan yang dimaksud. Sesampainya ia disana, ia langsung dilatih oleh para pemanah handal. Hampir seminggu lebih ia berguru di kerajaan itu. Namun suatu saat, pelatihnya dipanggil oleh dewan kerajaan untuk membantu para prajurit berlatih memanah selama 2 minggu. Pelatihnya mematuhi permintaan dewan kerajaannya. Mendengar hal itu, Tata pun bisa sedikit bernapas lega karena akhirnya ia memiliki waktu untuk beristirahat dan melatih keterampilan lainnya. Di kerajaan itu memang disediakan kelas keguruan untuk umum. Salah satu kelas yang diminati Tata adalah kelas menari. Suatu saat ketika ia akan berganti busana, ia melihat prajurit yang dulu pernah mendatangi Tata. Ya kelima prajurit itu. Tata pun merasa sangat bahagia ketika ternyata dia dipertemukan kembali dengan mereka. Dengan masih berbusana tari, ia berlari menuruni tangga menuju kelima prajurit itu. ketika ia sampai di lantai ke dua, ia melihat pemandangan yang sedikit mengganjal. Rupa-rupanya Ozu, Rova, Fuza dan Abidzar tengah mengerjai Zuardo. Ozu dan Fuza memegang tangan Zur, Rova menutup mulut Zur, dan Abidzar mengikat tubuh Zur ke salah satu bangku taman. Melihat hal itu, Tata pun segera berlari menhampiri mereka.
“Heiii apa yang kalian lakukann????”
Kelima prajurit tersebut menoleh ke Tata. “Kau? Bagaimana bisa kau disini?” tanya Ozu pada Tata.
Belum sempat Tata menjawab, sirine kelas telah berbunyi. Para prajurit tidak diperkenankan masuk kelas dengan terlambat. Ada kebimbangan diantara keempat prajurit itu, apakah mereka meninggalkan Zur ataukan membantu melepaskan ikatan Zur. Namun akhirnya Zur dengan rendah hati mengangguk, mengisyaratkan untuk mereka pergi dahulu. Keempat prajurit itu hanya mengatakan “maaf Zur.. kamu duluan ya. Maaf Zur.”
Ozu pun berkata “Hei Kau. Tolong Zur ya hahaha.  Maaf, terimakasih” mereka meninggalkan Tata dan Zur ditaman itu sambil berlalu.
“Zuurr.. kenapa kamu mau sih diginiin? Itu mereka juga malah ninggalin kamu?” Tata membantu melepaskan ikatan yang mengikat Zur. Zur hanya diam saja dan malah tersenyum simpul.
“Zur zur. Kamu telat emang gapapa? Bukankah prajurit seharusnya bisa disiplin?”
“Ya kau benar Ta. Tapi aku sedang ditugaskan khusus untuk menyusun ulang taman ini. Jadi aku tak harus mengikuti kelas untuk 3 hari kedepan. Tapi ya begitu, ketika aku sedang mencoba membuat konsep, mereka mengerjaiku. Mereka memang sering mengerjaiku akhir-akhir ini.”
“oh ku kira mereka benar – benar akan meninggalkanmu. Oke sudah terlepas”
“enggak kok. Oke makasih btw sudah membantu. Hehehe. Oiya kau sendiri sedang apa disini? Bagaimana bisa kau disini. Ini kan kerajaan yang biasanya dipakai prajurit untuk berlatih. Mengapa bisa kau kesini?”
“Ah. Iya jadi dewan di kerajaanku memintaku untuk berguru pemanahan disini. Tapi 2 minggu kedepan, guruku akan mengajar kalian. Jadi sembari menunggu kalian seleai berlatih, aku mengikuti kelas tarian.”
“Oh begitu.” Timpal Zur.
Zur. Entah kenapa kalau aku melihatmu aku semakin teringat dengan cadagung dikerajaanku. Bahkan kalian memiliki sifat yang tidak begitu berbeda. Dalam hati, Tata berpikir demikian.  Tapi entahlah, Tata hanya bisa memikirkannya dalam hati dan tak bisa mengungkapkannya. Ia bahkan tak begitu tertarik dengan cadagung itu, tapi rekan – rekan pelayannya hanya mengetahui kalau Tata mengaguminya. Ia masih terkesan dengan rekan pelatihannya dahulu. Konon kabarnya, rekan pelatihannya telah menjadi dewan agung di kerajaannya. Mengetahui hal itu, Tata sangat ingin mengucapkan selamat padanya, namun apa daya. Ia hanya seorang pelayan biasa. Mana mungkin ia bisa berhadapan langsung dengan dewan agung tanpa melewati protokoler kerajaan. Ia hanya berharap bahwa suatu saat nanti, ia bisa dipertemukan dengan rekan pelatihannya itu dalam keadaan dan situasi yang sebaik-baiknya. Well, setelah sejenak tenggelam dalam pikirannya, Tata akhirnya berpamitan pada Zur untuk kembali ke asramanya. Mengingat ia harus segera berganti busana dan mengikuti kelas keterampilan lainnya. Zur pun melanjutkan pematangan konsep landskap yang sedang ia konsepkan.
                Oiya ya gengs, saya mau menceritakan tentang Tata lagi. Jadi kini Tata telah diangkat sebagai kepala Pemberdayaan Pelayan di Paguyubannya. Namun ada hal yang sedang membuat Tata begitu sedih. Hal itu adalah karena para rekan sesama pelayan dibagiannya tidak minat lagi untuk menjadi pelayan di paguyuban itu. Banyak diantara pelayan itu yang merasa bahwa mereka tak mendapatkan benefit yang mereka inginkan ketika mereka menjadi pelayan disana. Padahal banyak sekali pekerjaan yang harus segera diselesaikan dibagian Tata. Tapi bagaimana, Tata khawatir jika ia hanya bekerja sendirian. Memang ia akan dibantu oleh kepala pelayan bagian lainnya, tetapi mereka tak mungkin membantunya penuh karena mereka memiliki tugasnya masing-masing. Tata merasa ditinggalkan. Jadi bagaimanakah ini? apakah yang seharusnya dilakukan oleh Tata? Ingin sekali Tata mencurahkan isi hatinya. Tapi iapun tak tahu kepada siapakah ia harus melakukan itu. Kepada Zur? Itu tak mungkin karena ia bahkan tak mengenalnya. Kepada Seeta dan Adeul? Mereka bahkan belumlah mengerti apa yang dialami oleh Tata. Mungkin inilah yang dikhawatirkan oleh Qabila ketika pengangkatan Tata sebagai kepala pemeberdayaan pelayan. Ia sangat mengetahui bahwa Tata tak memiliki pasukan yang bisa diandalkannya setiap saat. Ia sama halnya dengan Qabila dari sisi pasukan. Tapi bedanya, Qabila mudah sekali mempengaruhi pelayan untuk ikut bersamanya. She has a double power. Sedangkan Tata ya hanya mengandalkan dirinya sendiri. So my dear readers, do you have any idea to help her?


0

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Search on this blog

!--Start Cuteki Calendar Widget v3-->

Followers