Bagian II "Orasi"
Hari ini Tata mampir
ke singgasana Raja Kenyur buat menghadiri orasi ilmu dari salah satu Raja dari
Negeri Timur. Beliau menyempatkan diri buat hadir dalam orasi ilmu ini. Banyak
pula pelayan2 yang sudah hadir mengisi singgasana Raja. Orasi ilmunya sangat
keren, namun apa gunanya ilmu keren kalau terdapat komunikasi satu arah. Beliau
udah jauh2 dari Negaranya, tapi disini tidak ada respon. Hanya satu pelayan
yang menggunakan mulutnya untuk berbicara dengannya. Entah ilmu mereka yang
kurang atau memang orasinya tidak jelas karena menggunakan bahasa yang berbeda
dari Negeri mereka. Sebetulnya bahasanya ringan dan mudah dipahami, hanya saja
logat Negerinya masih kental di lidahnya, sehingga mereka para pelayan harus
mendengarkan dengan seksama untuk bisa menangkap apa yang sebetulnya ia
jelaskan. Orasi selesai, Tata pun kembali ke aula Ketawar untuk melaksanakan
kewajibannya sebagai seorang pelayan. Dia singgah sebentar ke pondok2 kecil
tempat biasa Tata dan pelayan lain tempati, lalu Tata pergi ke serambi aula untuk
bekerja. Entah mengapa Tata lebih suka bekerja disana berdiri menyapa para warga
pendatang daripada hanya sekedar duduk termangu menunggu hal yang tak pasti di
pondok mereka. Baginya itu adalah hal paling membosankan.





