Bagian
I “Magang Orientasi Warga (MOW)”
Hari ini Purita masuk cerita dengan kerajaan yang
baru. Kerajaan ini sungguh beda dengan kerajaan yang pernah Purita temuin
sebelumnya. Kerajaan ini disebut dengan kerajaan insinyur, karena mayoritas
warganya menjadi insinyur. Generasi mereka pun memang sengaja dipersiapkan
untuk menjadi seorang insinyur andal. Oke Purita sebut kerajaan ini dengan nama
Kenyur. Selain itu, ternyata Kenyur merupakan salah satu bagian kerajaan
terbesar yakni Kerajaan Antawirya (Ketawir). Kemaren Purita abis nongkrong di
aula Ketawir, nah di situ Purita lagi ngurusin warga yang baru aja pindah dari
asal mereka. Di sana Purita temuin macam-macam karakter setiap warga pendatang.
Sebelum jadi warga yang sah, mereka harus ikut yang namanya “magang orientasi
warga atau MOW” Haha kedengerannya malah kayak sapi lagi mau beranak terus
minta tolong. Oke mereka harus ikut MOW supaya mereka bisa sah menjadi warga tetap
di Ketawar, juga termasuk di Kerajaan2 lain di Ketawar. Tapi ada salah satu
warga baru yang super songong dengan gayanya yang sombong nan angkuh bilang
secara terang2an bahwa ia tidak kenal MOW, dan ga mau sama sekali buat ikutan
MOW. Rupa-rupanya dia adalah warga pendatang untuk kerajaan perbendaharaan /
Kendaharaan. Dan memang dari dulu, Kendaraan merupakan kerajaan dengan tingkat
arogansi warga yang cukup tinggi. Walaupun memang ga semua warga itu arogan,
tapi mayoritas demikian.
Dalam hati Purita, gile bener tu orang songong
amat yak. Baru jadi pendatang aja udah kayak gitu.. oke well itu salah satu
keunikkan warga. Ada warga pendatang lain yang dengan santainya keluar dari
tempat pemindahan kewargaaan malah dengan santainya pegang cerutu. Eh lu kira
ini di jalan gede sembarangan nyerup cerutu. Muke gilee.. bener-bener dah ya
ampun dah Purita ngadepin orang-orang belagu kayak gini. Ada lagi warga yang
sangat unik. Ini 1800 bertolak belakang dengan 2 warga tadi. Yang
ini gadis kecil dekil tapi okelah.. dia datang dengan keluguannya memindah
kewargaan dari singgasanya menuju Ketawar yang amatlah padat. Dia diarahin ke
meja Purita buat ngisi daftar hadir dan informasi seputar MOW. Dia
memperhatikan setiap apa yang Purita dan kawan Purita ucapin dengan seksama.
Setelah selesai, dia pun mengulurkan tangannya yang mungil untuk mengajak
bersalaman. Purita pun melakukan hal yang sama. Akhirnya mereka bersalaman, tapi
tiba2 dia melakukan hal yang ngebuat Purita
ga habis pikir.. Dia nyium tangan Purita dongg, bayangin ya ampun.. duuh duuhh
lo yang kepolosan atau Puritanya emang keliatan tua haha.. okelah hari ini Purita
ketemu warga banyak banget yang unik.. uniknya Purita itu = aneh haha.. freak
man !
Well skip dulu yak cerita tentang warga pendatang.
Nah kemaren Purita ketemu kisana dari kerajaan Palapa (Kelapap) yang pernah
satu andong sama Purita. Kita tertawa bareng mentertawakan hal yang sama disana
tapi tidak saling kenal. Sewaktu Purita duduk di stand khusus pelayan Ketawar, Purita
ketemu kisana itu lagi. Dia tertawa ramah dan terlihat akrab dengan pelayan Ketawar
lainnya. Purita nanya ama salah satu pelayan “teh, itu abang siapa sih?”
pelayan lain pun menjawab “oh dia itu anak gembala disini pada tahun 2008. Dulu
dia jadi panglima pelayan bagian kesejahteraan warga, sekarang dia mulai
berguru di Kelapap.” “Oh namanya siapa ?” “Namanya Nouva”.. “Oohh”
Ternyata
nama kisana itu adalah Nouva. Namanya keren untuk zaman pasca sejarah ini.
Akhirnya
Purita pindah lagi ke meja Purita. Disana Purita duduk dengan indahnya
ditemanni oleh abang Purita yang ganteng nan rupawan. Namanya Mayas. Namanya
agak aneh memang karena Mayas lebih terdengar nama merk snack dizaman Purita
saat ini yaitu Mayasi. Tapi okelah gapapa aneh2 gitu dia tetep abang Purita.
Well disaat Purita duduk dengan santainya, mereka bercengkerama santai menikmati
angin yang berhembus ehh tiba2 Purita liat seseorang warga Kenyur. Dia adalah
orang yang pernah Purita temuin sewaktu Purita lagi berkunjung ke Kenyur.
Rupanya dia satu singgasana dengan abang Purita. Setelah itu, cerita Purita
berakhir untuk bagian ini.





