contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

8/02/2015

Bagian I “Magang Orientasi Warga (MOW)”

Hari ini Purita masuk cerita dengan kerajaan yang baru. Kerajaan ini sungguh beda dengan kerajaan yang pernah Purita temuin sebelumnya. Kerajaan ini disebut dengan kerajaan insinyur, karena mayoritas warganya menjadi insinyur. Generasi mereka pun memang sengaja dipersiapkan untuk menjadi seorang insinyur andal. Oke Purita sebut kerajaan ini dengan nama Kenyur. Selain itu, ternyata Kenyur merupakan salah satu bagian kerajaan terbesar yakni Kerajaan Antawirya (Ketawir). Kemaren Purita abis nongkrong di aula Ketawir, nah di situ Purita lagi ngurusin warga yang baru aja pindah dari asal mereka. Di sana Purita temuin macam-macam karakter setiap warga pendatang. Sebelum jadi warga yang sah, mereka harus ikut yang namanya “magang orientasi warga atau MOW” Haha kedengerannya malah kayak sapi lagi mau beranak terus minta tolong. Oke mereka harus ikut MOW supaya mereka bisa sah menjadi warga tetap di Ketawar, juga termasuk di Kerajaan2 lain di Ketawar. Tapi ada salah satu warga baru yang super songong dengan gayanya yang sombong nan angkuh bilang secara terang2an bahwa ia tidak kenal MOW, dan ga mau sama sekali buat ikutan MOW. Rupa-rupanya dia adalah warga pendatang untuk kerajaan perbendaharaan / Kendaharaan. Dan memang dari dulu, Kendaraan merupakan kerajaan dengan tingkat arogansi warga yang cukup tinggi. Walaupun memang ga semua warga itu arogan, tapi mayoritas demikian.
Dalam hati Purita, gile bener tu orang songong amat yak. Baru jadi pendatang aja udah kayak gitu.. oke well itu salah satu keunikkan warga. Ada warga pendatang lain yang dengan santainya keluar dari tempat pemindahan kewargaaan malah dengan santainya pegang cerutu. Eh lu kira ini di jalan gede sembarangan nyerup cerutu. Muke gilee.. bener-bener dah ya ampun dah Purita ngadepin orang-orang belagu kayak gini. Ada lagi warga yang sangat unik. Ini 1800 bertolak belakang dengan 2 warga tadi. Yang ini gadis kecil dekil tapi okelah.. dia datang dengan keluguannya memindah kewargaan dari singgasanya menuju Ketawar yang amatlah padat. Dia diarahin ke meja Purita buat ngisi daftar hadir dan informasi seputar MOW. Dia memperhatikan setiap apa yang Purita dan kawan Purita ucapin dengan seksama. Setelah selesai, dia pun mengulurkan tangannya yang mungil untuk mengajak bersalaman. Purita pun melakukan hal yang sama. Akhirnya mereka bersalaman, tapi tiba2 dia melakukan hal yang  ngebuat Purita ga habis pikir.. Dia nyium tangan Purita dongg, bayangin ya ampun.. duuh duuhh lo yang kepolosan atau Puritanya emang keliatan tua haha.. okelah hari ini Purita ketemu warga banyak banget yang unik.. uniknya Purita itu = aneh haha.. freak man !
Well skip dulu yak cerita tentang warga pendatang. Nah kemaren Purita ketemu kisana dari kerajaan Palapa (Kelapap) yang pernah satu andong sama Purita. Kita tertawa bareng mentertawakan hal yang sama disana tapi tidak saling kenal. Sewaktu Purita duduk di stand khusus pelayan Ketawar, Purita ketemu kisana itu lagi. Dia tertawa ramah dan terlihat akrab dengan pelayan Ketawar lainnya. Purita nanya ama salah satu pelayan “teh, itu abang siapa sih?” pelayan lain pun menjawab “oh dia itu anak gembala disini pada tahun 2008. Dulu dia jadi panglima pelayan bagian kesejahteraan warga, sekarang dia mulai berguru di Kelapap.” “Oh namanya siapa ?” “Namanya Nouva”.. “Oohh”
Ternyata nama kisana itu adalah Nouva. Namanya keren untuk zaman pasca sejarah ini.
Akhirnya Purita pindah lagi ke meja Purita. Disana Purita duduk dengan indahnya ditemanni oleh abang Purita yang ganteng nan rupawan. Namanya Mayas. Namanya agak aneh memang karena Mayas lebih terdengar nama merk snack dizaman Purita saat ini yaitu Mayasi. Tapi okelah gapapa aneh2 gitu dia tetep abang Purita. Well disaat Purita duduk dengan santainya, mereka bercengkerama santai menikmati angin yang berhembus ehh tiba2 Purita liat seseorang warga Kenyur. Dia adalah orang yang pernah Purita temuin sewaktu Purita lagi berkunjung ke Kenyur. Rupanya dia satu singgasana dengan abang Purita. Setelah itu, cerita Purita berakhir untuk bagian ini.



0

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Search on this blog

!--Start Cuteki Calendar Widget v3-->

Followers